Meski Belum Terakreditasi, UPTD Labling Rutin Laksanakan Pengujian Kualitas Lingkungan

PELAKSANAAN pengujian laboratorium kualitas lingkungan yang berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) sangat dibutuhkan untuk memastikan kebersihan lingkungan di suatu daerah termasuk di wilayah Kota Padang Panjang.

Pengujian laboratorium bertujuan untuk mengetahui secara pasti kadar suatu zat. Hal itu berfungsi sebagai indikasi tingkat pencemaran suatu lingkungan.

Air, udara, cahaya, hingga kebisingan adalah beberapa parameter sampling. Pemerintah melakukan tolak ukur dalam pengambilan kebijakan berdasarkan valid dan reliable dari hasil uji.

Untuk melakukan pengujian tersebut, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Lingkungan Hidup (Labling) Kota Padang Panjang yang teralamat di Jalan Tabek Gadang, Kelurahan Ganting tentunya sangat berperan penting.

Labling ini merupakan laboratorium yang melakukan pengujian kualitas lingkungan. Seperti pengujian kualitas air mencakup air sungai, air bersih masyarakat, air PDAM, air sumur pantau TPA, air lindi TPA, air hujan dan limbah cair serta udara.

UPTD Labling juga melaksanakan pengambilan sampel untuk pengujian. Di antaranya, pengambilan sampel lindi TPA setiap bulan, pengambilan sampel air hujan setiap bulan, pengambilan sampel air sungai (3 x dalam setahun), pengambilan sampel air bersih masyarakat (1 x setiap tahun).

Lalu, pengambilan sampel air PDAM (1 x setahun), pengambilan sampel limbah cair (1 x setiap tahun), pengambilan sampel air sumur pantau TPA (4 x setahun), serta pengujian kualitas udara (3 x setahun). Yang setiap pengambilan sampel dilakukan juga pengujian parameter lapangan, dan pengujian laboratorium.

Kominfo berkesempatan mewawancarai Kepala UPTD Labling, Jeff Raymoon, S.Sos. Ia mengatakan, kegiatan UPTD Labling ini dilakukan sesuai dengan agenda rutin dan juga sesuai dengan permintaan langsung dari masyarakat. Yang mana pengujian yang dilakukan sama sekali tidak dipungut biaya, karena saat ini Labling Kota Padang Panjang belum memiliki sertifikat akreditasi.

“Saat ini pengujian kualitas lingkungan seperti air sungai, air bersih, dan udara dapat dilaksanakan di UPTD Labling. Namun hasil uji yang diterbitkan belum memiliki legalitas, karena terkendala oleh belum terakreditasinya UPTD Labling. Untuk memvalidkan data hasil uji, sementara ini kami masih mengadakan kerja sama dengan Labling yang telah terakreditasi, yaitu Labling Pariaman dan Balabkes Sumbar,” jelasnya.

Di UPTD Labling, saat ini diperkuat 12 personel. Mulai kepala UPTD, KTU, bendahara pembantu, pengurus barang pembantu, pengelola laboratorium (manajer teknis), tenaga admin, petugas labor, keamanan, sopir dan kebersihan. Dan semuanya aktif dalam pengambilan sampel karena belum memiliki petugas sampling khusus.

Karena Labling ini sangat berperan penting dalam melakukan pengujian kualitas lingkungkan di Padang Panjang, Jeff berharap ke depannya mendapat dukungan agar diakui sebagai laboratorium yang terakreditasi sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *